Ada beberapa lokasi di mana seseorang dapat melakukan miqat (titik tolak ihram umrah) di dekat Kota Makkah. Salah satu lokasi miqatnya adalah Masjid Ji'ronah. Banyak jamaah yang ingin melaksanakan umrah sunnah melalui miqat tersebut.
Nama seorang perempuan setempat menjadi sumber kata Ji'ranah, menurut Syekh Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam karyanya History of Makkah. Ibnu Abbas Ra meriwayatkan kepada Al Fakihi pada al-Quran surat Al-Nahl ayat 92 tentang peristiwa sejarah yang berkaitan dengan miqat ini.
وَلَا تَكُوْنُوْا كَالَّتِيْ نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنْۢ بَعْدِ قُوَّةٍ اَنْكَاثًاۗ تَتَّخِذُوْنَ اَيْمَانَكُمْ دَخَلًا ۢ بَيْنَكُمْ اَنْ تَكُوْنَ اُمَّةٌ هِيَ اَرْبٰى مِنْ اُمَّةٍ ۗاِنَّمَا يَبْلُوْكُمُ اللّٰهُ بِهٖۗ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ مَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali turun pada seorang wanita Quraisy dari Bani Tim yang dijuluki dengan julukan Ji’ranah. Wanita itu disinyalir sebagai seorang wanita yang terkenal dungu.
Masjid Ji'ranah adalah tempat ibadah yang digunakan warga Mekkah untuk miqat dan berihram. Masjid yang memiliki luas lantai 430 meter persegi dan mampu menampung 1.000 jamaah ini direnovasi oleh Raja Fahd dengan biaya sekitar 2 juta Riyal Saudi.
Dalam sejarah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah menelantarkan para tawanan dan harta rampasan yang dirampasnya dari Hawazin di Ji'ranah saat perang Hunain tahun 8 Hijriyah. Nabi menunggu di Ji'ranah selama sekitar sepuluh malam sebelum para Hawazin yang bertobat mengejarnya, selama waktu itu dia tidak ikut serta dalam hasil pertempuran.
Dan, ketika telah dibagikan barulah datang beberapa orang utusan Hawazin memohon kepada Rasulullah SAW agar membebaskan para tawanan beserta hartanya. Rasulullah lalu bertanya kepada para utusan itu, “Silakan pilih, tawanan atau harta?”.
Mereka kemudian memutuskan tawanan, dan Nabi memerintahkan semua Muslim untuk membebaskan tawanan Hawazini dengan kebaikan dan kelembutan. Kemudian, malam itu juga, dari Ji'ranah, Rasulullah lalu ihram dan umrah, dan selesai malam itu juga. Rasulullah kemudian memberikan perintah kepada pasukannya untuk kembali ke Madinah.
Penting untuk diingat bahwa ketika harta rampasan dibagikan, Nabi benar-benar memberikannya kepada orang-orang yang baru saja masuk Islam dan tidak sedikit pun diberikan kepada kaum Ansar sehingga menimbulkan rumor dan keraguan di antara mereka, Syekh Muhammad Ilyas Abdul tulis Ghani.
Rasulullah menjelaskan duduk perkaranya, sembari bertanya kepada orang Anshar, “Apakah kalian tidak suka hai orang-orang Anshar jika ada orang pergi dengan domba dan untanya, lalu kembali bersama Rasulullah ikut dalam rombongan kalian?”
Mendengar apa yang diucapkan beliau itu, orang-orang Anshar kemudian menangis sehingga membasahi jenggot mereka. Dan, mereka serempak menjawab, “Kami rela atas apa yang telah diberikan dan ditetapkan Rasulullah.”
Wallahu a’lam bish-shawab.
Bersama Andalus Alharamain, Wujudkan Ibadah Haji dan Umrah yang Berkesan
Menjalankan ibadah haji dan umrah adalah impian bagi setiap muslim. Agar perjalanan ibadah menjadi lebih nyaman dan penuh berkah, memilih biro perjalanan yang amanah dan terpercaya sangatlah penting. Andalus Alharamain hadir untuk memberikan layanan terbaik dalam perjalanan suci sahabat.
Dengan bimbingan dari ustaz dan muthawwif yang berpengalaman, sahabat akan mendapatkan pendampingan penuh sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air. Andalus Alharamain juga memastikan kenyamanan dengan fasilitas terbaik, sehingga sahabat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tenang. Segera kunjungi dan wujudkan impian sahabat untuk menunaikan ibadah haji dan umrah bersama Andalus Alharamain.