Lainnya

KULTUM RAMDHAN 01 Persiapan Puasa

KULTUM RAMDHAN 01  Persiapan Puasa


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللهِ شَهِيْدًا، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

Kaum muslimin walmuslimat jamaah sekalian yang dirahmati Allah.

Yang insyaallah semuanya dirahmati oleh Allah subhanahuwata'ala.

Kita bersyukur kepada Allah subhanahuwata'ala bahwa doa yang kita panjatkan di bulan Rajab dan Sya’ban diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, dimana kita berdoa Allahumma Ya Allah baariklanaa fi Rajab berkahilah kami di bulan Rajab wa Sya'ban berkahilah kami di bulan Sya'ban wa balighna Ramadhan dan sampaikanlah kami di bulan Ramadhan, dan malam hari ini Allah telah perkenan kita memasuki bulan yang suci dan mulia ini, dan malam ini sebagaimana hasil sidang isbat telah menyatakan bahwa malam ini adalah satu Ramadhan.

Awal bagi kita untuk sholat taraweh, witir, dan malam pertama kita bersahur bersama keluarga.

Maka mudah-mudahan Ramadhan Allah beri kita keteguhan iman untuk dapat beribadah dengan maksimal, Aamiin ya robbal ‘alamin.

Hadirin sekalian,

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyampaikan bahwa,

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيرَانِ

Man fariḥa bidukhūli Ramaḍāna ḥarramallāhu jasadahu ‘alan-nīrān.

Artinya: “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Kalau bapak-bapak ditanya gembira apa tidak masuk Ramadhan?

Pak gembira apa tidak?

Buk gembira tidak masuk dalam bulan Ramadhan?

Pertanyaannya gembira karena apa? Apa karena buka puasa disiapkan? Apa karena aneka makanan begitu banyak? Ataukah memang karena gembira dengan datangnya rahmat Allah? Dengan berbagai macam ibadah yang siap kita lakukan di bulan Ramadhan ini?

Namun disisi lain bapak ibu sekalian, ada juga diantara kita masuk ke dalam Ramadhan ini bercampur antara kegembiraan dan kesedihan. Gembira karena sudah Allah panjangkan umur bertemu Ramadhan, tapi disisi lain sedih, teringat sanak saudara, teringat orang tua, teringat keluarga, teringat ayah dan bunda.

Dulu tahun yang lalu masih bersahur bersama orang terkasih, masih terkenang bagaimana tahun lalu masih berbuka bersama di meja makan, berangkat taraweh bersama, tapi puasa tahun ini terasa sepi. Tapi jangan biarkan kesepian dan kesedihan itu membuat kita lupa mendoakan mereka. Ucapkan dalam doa kita:

Allohummagfirlahum warhamhum wa ‘afihi wa’fu anhum.

Allah sampaikan dalam Al-Qur’an mengenai ibadah puasa ini,

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا

Wahai orang-orang beriman

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ

Diwajibkan atas kamu berpuasa, berarti hukum puasa itu adalah wajib

كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ

Sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Agar kalian bertakwa.

Maka tujuan puasa itu adalah takwa. Apa makna takwa itu?

Dalam kitab Riyadhus Shalihin makna takwa itu adalah:

اِمْتِثَالُ أَوَامِرِ اللهِ وَاجْتِنَابُ نَوَاهِيْهِ

Imtitsalu awamirillahi wajtinabu nawahihi.

Melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, maka itulah yang dinamakan dengan takwa. Maka esensi dari puasa adalah melahirkan orang-orang yang takwa.

Semoga bulan puasa kali ini kita dapat menjalaninya dengan penuh keimanan, penuh harapan hanya mengharap ridho Allah.

Demikian ceramah saya, bila ada kesalahan dalam penyampaian saya mohon maaf.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq

Wassalamu’alaikum wr.wb.